Thank You
(Part 1)
AUTHOR : Kim Vikqry
CAST :
-
Kim Jong Woon (Yesung)
-
Han Eun Gee (OC)
-
Kim Ryeowook
-
Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
GENRE : Romance, Sad, Comedy
xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx
Eun Gee POV~
Musim
salju pun telah tiba, butiran salju mulai jatuh di atas kepalaku sehingga aku
harus bergegas membawa belanjaanku kerumah. Aku berlari kecil menuju sebuah
apartement kecil di seberang jalan Myeongdong itu. Sesampai dirumah, aku
langsung menaruh belanjaanku ke dalam kulkas, dan bergegas menyetel televisi, karena
acara favorit ku akan dimulai. Acara pencarian bakat itupun dimulai, berbagai
orang ikut acara itu, dan ditengah acara, aku sedikit tercengang dengan salah
satu peserta acara itu, Oh Tuhan~ Suara dia membawaku terbang.
“Aigooo…. Aku bahkan merinding mendengar
suaranya, kau pasti terpilih! Sudah tunggu apa lagi sih para juri itu” gerutuku
sambil memakan popcorn.
Dan tebakanku benar, dia secara
praktis dapat nominasi untuk jenjang selanjutnya, tapi saat para juri memberi
itu, dia tiba-tiba pergi keluar dan tidak membawa kartu itu. Akupun tercengang
lagi melihat kelakuannya. Kenapa dia membuang-buang kesempatan yang bahkan
semua peserta disitu menginginkan nominasi itu.
“hya! Neo pabboya~ aishhh… orang
itu, sangat tidak menghargai apa itu awal kesuksesan, keundae wae? Wae? Kenapa
kau tidak mau menerima itu.. neo jinjja!” ucapku sambil berdiri dan
menunjuk-nunjuk layar TV ku dengan marah.
Akupun membanting tubuhku ke sofa
lagi, tanpa aku sadari aku menduduki tangan seseorang, aku sontak kaget, karena
aku dari tadi sendirian, dan kenapa tiba-tiba ada tangan, akupun berteriak
dengan kencang.
“ige mwoya? AHHHHHH”
“hya,hya! Apa yang kau lakukan?
Teriak-teriak seperti orang gila” ucap pria itu sambil mengambil popcorn yang
ada ditanganku
“aishh… neo jinjja!” ucapku sambil
menjitak kepala Lee Hyuk Jae
“keundae, Eun gee-ya. Kenapa kau
tadi marah-marah dengan TV mu?”
“a..ani.. tadi ada orang bodoh yang
tidak menerima tiket nominasi itu” ucapku
“aishhh… banyak orang gila diluar
sana, chagiya, kau harus berhati-hati ya” ucap Hyuk Jae sambil mengelus
kepalaku
“chagiya mwo?!” gerutuku sambil
memakan popcorn lagi.
Sudah 2 jam aku dan Lee Hyuk Jae
menonton acara itu, akupun mulai mengantuk , dan mencari stand untuk tempatku
tidur di sofa, tapi Hyuk jae sudah mengambil tempatku, dia tertidur pulas di
sebelahku. Aisshh, aku sangat malas tidur dikamar, karna jika sudah dikamar,
aku sudah tidak bisa bangun lagi, padahal kan ini masih siang. Karena
menganggur akupun menjahili Hyuk jae. Aku mengambil beberapa spidol berwarna
dan mulai melukis di wajah Hyuk Jae. Haha, ini adalah kesenangan tersendiri
jika ada Hyuk jae dirumahku :p
“Ahhh, kurang kumis dan titik disini
satu lagi” ucapku sambil menggambar di wajah Hyuk Jae.
Karena mungkin ini sangat mengganggu
dia, akhirnya Hyuk Jae pun membuka matanya. Karena aku sedang menggambar di
wajahnya, jadi wajah ku dan Hyuk Jae sangat dekat. Aku sontak kaget saat dia
membuka matanya, aku terdiam dan menghentikan pekerjaanku. Hening.. tatapan
Hyuk Jae kepadaku sangat menakutkan, akupun tidak bisa bergerak kemana-mana
karena tatapannya yang mematikan itu.
“bagaimana ini? apakah dia marah?
Apakah aku akan dihukum dia lagi karena melakukan ini” gumamku dalam hati
“chagiya~ Saranghae” ucap hyuk Jae
yang langsung mencium keningku dan sesaat itu juga langsung berlari sambil
tertawa bangga --“
“a…apa… yang … kau.. lakukan LEE
HYUK JAE !!!!!!!!!!!” teriakku kepada Hyuk Jae dan mengejar nya
Mungkin
kalian bingung hubunganku dengan pria
gummy smile satu ini, ya, dia memang pernah suka denganku dan kita sempat
berpacaran, tapi karena dia playboy jadi aku memutuskan hubunganku dengannya,
dia bersusah payah meyakinkan aku, ia serius jika itu aku, tapi aku tidak
percaya lagi, malahan aku nyaman dengannya ketika aku berteman dekat dengannya
dan bukan menjadi pacarnya. Aku mengungkapkan semua isi hatiku kepadanya, dan
dia akhirnya mengerti dan lebih memilih bersahabat denganku. Aku sangat senang,
karena dia sekarang tidak mempermainkan wanita seperti dulu lagi, dan lebih
sering menguntit aku sekarang --“ Dia selalu memanggilku dengan sebutan sayang
atau apalah, itu sudah sangat biasa karena hatiku sudah sekeras batu sekarang
padanya, tapi karena dia sahabat dekatku, akan aku biarkan dia bersikap seperti
itu kepadaku.
Hari
kuliah pun tiba, aku bergegas masuk ke kelas karena tidak ingin terlewatkan
pelajaran, disebelahku sudah ada Hyuk Jae yang sedang tertidur dengan memakai
headset di telinganya, aku tidak akan membangunkan dia karena jika dibangunkan
pasti aku kena marah lagi --“ . Pelajaran pun telah usai, aku dan Hyuk Jae
menuju kantin untuk membeli makanan, saat selesai makan, semua anak yang ada di
kantin itupun berlari menuju halaman kampus, aku dan Hyuk jae pun saling bertatapan
mata tanda bingung. Akhirnya, kami mengikuti semua orang menuju halaman kampus.
Saat
tiba di halaman kampus, sudah banyak kerumunan orang membentuk lingkaran, aku
dan Hyuk Jae pun menerombol masuk untuk dapat tempat paling depan karena kami
sangat penasaran, dan tidak bisa disangkal jika semua orang menuju kesini,
karena ada 2 orang yang keren dan sangat berbakat. Ya, yang satu memainkan
biolanya dengan sangat mahir dan satunya lagi menyanyi dengan suara yang
membuat semua orang merinding karena sangat bagus.
“ahh, duo babo itu kah? Haha…” ucap
Hyuk Jae mengejek
“hya! Neo! “ ucapku sambil menjitak
Hyuk Jae
“aishh.. apha! Ayo pergi, lagian apa
hebatnya mereka!” ucap Hyuk Jae yang menarik tanganku
“Shireo! Jakkaman, aku ingin
mendengar alunan lagu mereka, ne?” ucapku memohon pada Hyuk Jae
“baiklah… “
“keundae, aku sangat familiar dengan
suara dan wajah orang itu” ucapku sambil menunjuk orang yang menyanyi itu
“nugu?”
“aahhh… benar, dia orang yang ikut
ajang pencarian bakat kemarin, yang tidak mau menerima nominasi itu” jelasku
“Ahhh, orang yang membuatmu
marah-marah dengan TV tidak jelas itu ??”
“hmmm” anggukku sambil terus
memperhatikan mereka
Mereka
pun telah menyelesaikan alunan lagu yang sangat indah itu, kerumunan orang
mulai berkurang dan tidak terasa tinggal aku dan Hyuk Jae yang berada disitu.
Aku sangat ingin mendengar lagu itu sekali lagi, akupun mendekat kepada mereka.
“hya! Hya! Kau mau kemana Eun Gee!!”
ucap Hyuk Jae yang membuntutiku dibelakang
“eumm.. permisi, apakah kalian bisa
menyanyikan lagu itu satu lagi untukku?” ucapku pada 2 orang keren tersebut
……………………………………
Tidak ada jawaban sama sekali dari 2
orang itu, mereka bahkan tidak memandang aku dan tetap membereskan
barang-barang mereka.
“permisi! Apakah kalian tuli?”
ucapku dengan geram
“Oh, mian Agassi… aku tadi sibuk
membereskan biolaku, jadi tidak tahu jika ada kau, apa yang kau bicarakan?”
ucap salah satu orang yang tadi memainkan biola itu
“bolehkah aku mendengar lagu kalian
satu kali lagi?”
“Oh boleh, tapi……” ucap orang itu berhenti
dan matanya mengisyaratkan kepadaku untuk bilang ke orang satunya lagi, karena
dia yang bernyanyi
“ahh arraseo…. Eumm, permisi, apakah
bisa kau bernyanyi lagu itu satu kali lagi?” ucapku kepada orang yang terlihat
dingin itu
“aku tidak punya waktu” ucap orang
itu dan langsung pergi
“Mian.. dia memang seperti itu,
ahh.. mungkin lain kali aku bisa menghubungimu jika kita ada pertunjukkan lagi”
ucap pria biola itu sambil tersenyum
“ahhh gomawo ^^ keundae, boleh aku tahu siapa namamu?” tanyaku
“Ryeowook… Kim Ryeowook” ucap pria
itu dengan ramah
“Ahh, Ryeowook…. Baiklah, sampai
jumpa lagi Ryeowook-ssi”
“ne.. kau kuliah disini kan?” Tanya
pria itu
“ne…. wae?”
“ani… untunglah kau kuliah disini,
jadi kita bisa memberitahumu dengan gampang, karena kita juga kuliah disini
jurusan seni musik, bangapta^^ … lalu, namamu?”
“Han Eun Gee… panggil saja Eun Gee…
pantas saja kita tidak pernah bertemu, karena jurusannya berbeda… tapi, temanmu
yang satunya…..”
“ahhh, Kim Jong Woon, aku lupa
memperkenalkan dia kepadamu, namanya Kim Jong Woon, panggil saja dia Yesung”
jelas Ryeowook
“Yesung?”
“ne.. Yesung, si suara indah,
Yesung…. Hehe” ucap pria itu
“ahh ne… Gomapta Ryeowook-ssi ^^”
xxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx
Yesung POV~
Setelah
menyelesaikan pertunjukkan itu, akupun bergegas menuju kerumah sakit, tempat
dimana ibuku sekarang dirawat. Hanya aku yang bisa merawat ibuku sekarang,
karena Ayahku sedang mengurus bisnisnya diluar negeri. Setiap hari, aku selalu
kerumah sakit, ini sudah aku lakukan 8 bulan terakhir ini, karena penyakit
kronis ibuku, jadi dia harus dirawat intensif di rumah sakit.
“eomma, kau sudah makan?” ucapku
sambil menyiapkan bubur
“belum”
“baiklah, aaa….” Ucapku sambil
menyodorkan sesendok bubur ke ibuku
“Jong Woon-ah… sampai kapan kau akan
disini menjaga ibumu ini? apakah kau tidak ingin bergaul dengan teman-temanmu,
mencari gadis yang bisa membahagiakan dirimu, sampai kapan nak?” ucap eomma
sambil mengelus rambutku
“Eomma, tidak akan ada arti apa-apa
jika aku mempunyai teman, memiliki pendamping hidupku jika eomma terbaring
lemah disini, kau tidak akan bisa melihat aku bahagia, jadi lebih baik aku
disini, karena melihat eomma saja aku sudah bahagia” jelas ku panjang lebar
“Kau harus berjanji, jika eomma
sudah sembuh nanti, kau harus mulai bergaul dengan temanmu dan mencari dunia
baru, hm?”
“hmmm… baiklah! Aku janji” ucapku
sambil mengaitkan jari kelingkingku ke eomma
Sudah
setengah hari aku dirumah sakit, sekarang eomma sedang tidur dan sudah jam 9
malam juga, akupun pulang kerumah. Saat perjalanan pulang, aku sedikit kaget
karena didepan kompleks rumah sebelahku ada seorang wanita yang sedang berdiri
sendiri. Akupun sedikit takut, tapi aku memberanikan diri mendekati wanita itu.
“Permisi, apakah kau menunggu
seseorang?” ucapku sambil sedikit gugup
“Iya, aku menunggu seseorang” ucap
wanita itu yang langsung membalikkan badannya
…………………………………………
Hening, suasana nya hening… seketika
saja jantungku berdebar kencang ketika wanita itu menoleh kearahku, akupun
hanya bisa memandangnya dengan tatapan kosong karena hatiku sekarang sangat
berdebar.
“Ahjussi… kau tidak apa-apa?” ucap
wanita itu
“ne?... ahh, tidak, aku tidak
apa-apa”
“Jakkaman… bukankah kau orangnya?
Yang menyanyi di halaman kampus tadi siang dan yang menolak nominasi pencarian
bakat itu kan? “ ucap wanita itu menginterogasi aku
“iya benar… tapi bagaimana kau tahu
jika aku menolak nominasi itu?” ucapku
“aaahhh… benar! Yeay… akhirnya aku
bisa bertemu denganmu” ucap wanita itu sambil memegang tanganku
……………………
Aku hanya diam menatap
wanita itu, kenapa hatiku sangat tidak karuan ketika dia memegang tanganku? Ya
Tuhan~ Apa yang terjadi padaku ini. Aku tidak ingin terlihat pabbo dihadapan
wanita itu, aku langsung melepaskan tanganku darinya dengan keras.
“oh mian, aku sangat senang sampai
tidak terkontrol” ucap wanita itu sambil tersenyum
“siapa yang kau tunggu disini?” ucapku
“ahh, dirumahku lampunya mati,
mungkin ada konslet listrik, aku sangat takut jadi aku keluar dan menunggu
seseorang” ucap wanita itu
“ ahh… begitu”
“tapi, waktu di kampus kenapa kau
sangat dingin sekali? Bahkan aku berbicara kau tidak menghiraukanku” ucap
wanita itu
“ahh mian, aku tadi terburu, jadi
tidak melihat di sekelilingku, mian” ucapku menyesal
“syukurlah,… ku kira kau orang yang
sangat dingin, ternyata tidak… hehe, Oh Yesung-ssi… perkenalkan, aku Han Eun
Gee”
“kau tahu namaku?” ucapku bingung
“hmm… Ryeowook yang memberitahuku,
bangapta Yesung-ssi” ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk
berjabat
“ne… Nado bangapta”
Saat berjabat tangan tiba-tiba Eun
Gee melepas tanganku dan berlari ke belakangku, akupun sontak kaget dan menoleh
kearah Eun Gee. Ternyata, orang yang dia tunggu sudah datang.
“Hyuk Jae-ya…. Aku takut sekali,
mungkin ada konslet listrik dirumah” ucap Eun Gee sambil memeluk pria itu
“tenanglah… aku akan menemanimu
malam ini dan membetulkannya”
“hmm.. Baiklah…. Hyuk Jae-ya…
perkenalkan, ini Yesung” ucap wanita itu memperkenalkan aku ke pria jelek itu
“Yesung imnida”
“Hyuk Jae” ucap pria itu dengan
tatapan sinis kepadaku
“dia adalah teman Ryeowook yang aku
ceritakan kepadamu tadi, kau masih ingat kan?”
“ne .” ucap pria itu singkat
“Baiklah… Yesung-ssi… sampai jumpa
besok^^” ucap Eun Gee sambil berjalan menjauh dariku
“Tunggu… apakah aku boleh bertanya
sesuatu?” ucapku dengan gugup
“tentu… tentang apa?”
“apakah kau tinggal di komplek ini?”
ucapku
“ne… aku di blok B nomor 231, kau
bisa mampir kerumahku kapanpun kau mau^^” ucap wanita itu ramah
“ahh, geurae… gomapta”
“dan kau? Apakah kau juga tinggal di
komplek ini? “ tanya wanita itu kembali kepadaku
“ne… aku di blok C nomor 436”
“baiklah, aku akan sering mampir
kerumahmu^^” ucap wanita itu yang langsung ditarik tangannya oleh pria
menyebalkan itu
“mampir? Padahal kita baru saja
bertukar nama dan belum saling mengenal, tapi kenapa dia sudah berharap aku akan
mampir kerumahnya dan dia akan sering mampir kerumahku? Haha… tapi tak apalah,
dia unik juga” ucapku sambil tersenyum
xxxxxxxxxxxxXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx
Eun Gee POV~
Aku
sangat senang bertemu dengannya sekarang ^^, aku sangat semangat kuliah hari
ini. Saat tiba didepan pintu gerbang kampus, sudah ada Ryeowook yang berdiri
disitu. Aku sangat senang bertemu dengannya, tapi apakah dia menungguku? Karena
tidak percaya diri, akupun terus berjalan tanpa melihatnya, dan sesuai yang aku
harapkan, dia memanggilku^^ senangnya… akhirnya aku punya teman baru dan tidak
hanya dengan Hyuk Jae si kunyuk satu itu.
“Eun Gee-ssi… Anyeong!” ucap
Ryeowook sambil berjalan kearahku
“Ryeowook! Ahh, aku sangat senang
bertemu denganmu lagi, tapi apa yang kau lakukan disini?”
“aku menunggumu dan Yesung, karena
aku tidak tahu dimana kelasmu jadi ku tunggu saja disini, huft~ dimana sih
Hyung satu ini!” ucap Ryeowook
Tak lama, Hyuk Jae datang dengan
mobil sedannya lalu berjalan menuju kearahku dan Ryeowook.
“Chagiya~ kenapa kau disini?” ucap
Hyuk Jae dengan lantang
“hya! Jangan memanggil dengan nama
itu lagi,pabbo” ucapku sambil menarik hidung Hyuk Jae
“haha… apakah kalian berpacaran?”
ucap Ryeowook tiba-tiba
“aa..ani! bagaimana aku bisa
berpacaran dengan orang seperti dia!!” ucapku sambil menatap Hyuk Jae sinis
“ahh, perkenalkan, namaku Ryeowook
^^ bagaimana denganmu?” ucap Ryeowook sambil mengulurkan tanganya ke Hyuk Jae
“Hyuk Jae…Lee Hyuk Jae” ucap Hyuk
Jae sambil membalas jabatan tangan Ryeowook
Tak lama Yesung pun datang dengan mobil
sedannya, kami bertiga pun langsung menatap mobil Yesung seketika. Yesung pun
turun dari mobil itu dan menghampiri kita. Kami bertiga hanya memandangnya
dengan tatapan heran dan takjub.
“Ryeowook?” ucap Yesung kepada
Ryeowook
…………..
Hening, Ryeowook tetap diam
dan menatap Yesung
Yesung pun heran, karena kita
bertiga menatapnya dengan tatapan heran.
“keren” ucapku
“daebak!” ucap Ryeowook seketika
yang langsung menyadarkan Hyuk Jae
“hya! Ada apa dengan kalian
bertiga?” Tanya Yesung
“woahh, Hyung! Saranghae!!” ucap
Ryeowook yang langsung memeluk Yesung
Aku yang melihat kejadian itu pun
langsung tertawa terbahak-bahak, pasalnya, wajahku, Hyuk jae dan Ryeowook
sangat konyol waktu memandang Yesung tadi xD, aku juga tidak tahu kenapa
Ryeowook juga ikut-ikutan melongo seperti aku dan Hyuk jae, kan dia sudah kenal
lama dengan Yesung?
“hya! Kau kenapa?” ucap yesung yang
masih bingung
“Hyung! Kau sangat keren! Ketika
turun dari mobil mewah itu, dengan gayamu yang dingin!! Auuuuoo… kau sangat
KEREEENN!!!” ucap Ryeowook memuji Yesung
“sudahlah, aku sudah tau apa
maksudmu, ini” ucap Yesung sambil menyodorkan kunci mobilnya kepada Ryeowook
“hahahaha, baik! Siap berangkat!”
ucap Ryeowook yang langsung menaiki mobil itu
“Kenapa kau memberikan dia kunci
mobilmu?” tanyaku tiba-tiba
“oh, hehe… mian, pasti kau terkejut,
dia selalu ingin mencoba barang baruku” ucap Yesung
“Eun Gee-ya… aku lapar, ayo kita
makan” ucap Hyuk Jae sambil menggandeng tanganku
“Bagaimana kalo kita makan bersama?
Hm? Kau mau kan Yesung-ssi?”
“baiklah” ucap Yesung dengan dingin
“hya! Tunggu aku!” ucap Ryeowook
yang tiba-tiba datang dari tempat parkir
Kami berempat pun menuju kantin
kampus, ditengah perjalanan mengapa semua orang menatapku dengan heran? Wae?
Terutama para gadis di kampus itu, mereka sangat sinis menatapku.
“Hyuk Jae-ya… kenapa mereka
menatapku seperti itu?”
“bagaimana tidak, dari kita berempat hanya kau seorang
cewek, apalagi kau dikelilingi namja-namja tampan :p” ucap Hyuk Jae
Ahhhhh, benar! Aku baru menyadari
jika aku seorang cewek diantara kami berempat. Haha, tapi tak apalah, aku
senang dan enjoy bersama mereka ^^ memang sih, mereka bertiga adalah namja
tampan semua, tapi kan itu tidak sengaja terjadi dan kita pun tidak sengaja
menjadi teman .
Di Kantin~
“Ryeowook-ssi.. kenapa kau tadi
terlihat bingung ketika mobi l Yesung datang? Padahal kan kau sudah berteman
lama dengannya” ucapku sambil menatap Yesung
“hehehe… aku selalu seperti itu Eun
Gee, bagaimana tidak, Hyung selalu mengejutkanku dengan barang-barang barunya
yang menakjubkan. Itu saja adalah mobil barunya lagi, padahal minggu sebelumnya
bukan itu mobilnya” ucap Ryeowook santai sambil meminum es coklatnya
Yesung langsung menjitak Ryeowook,
karena dia tidak suka Ryeowook membuka rahasia
‘kesombongan’ nya kepadaku dan
hyuk Jae.
“aishh! Apha!”
“Eun Gee-ya.. nanti malam akan ada
acara pentas seni di kampus, kau ikut denganku ya?” ucap Hyuk Jae sambil
mengalungkan tangannya kepundakku
“pentas seni? Hmm, baiklah….”
“kau harus dandan yang cantik, oke?”
ucap Hyuk Jae
“hmm….”
“Yesung-ssi, Ryeowook-ssi, kalian
ikut kan?” ucapku
“hmm, kita pasti datang.. iya kan
hyung?” ucap Ryeowook kepada Yesung
“eumm.. molla” ucap yesung dingin
xxxxxxxxxxXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
AUTHOR POV~
Setelah makan, Ryeowook dan Yesung
pun berjalan menuju gedung kesenian untuk latihan pentas seni malam ini,
sementara Eun Gee dan hyuk Jae pun juga kembali ke kelas untuk mengikuti
pelajaran
“hyung! Kau suka Eun Gee kan?” ucap
Ryeowook santai sambil memakan coklatnya
“hya! Apa yang kau bicarakan!” ucap
Yesung
“haha, akui saja lah hyung, caramu
melihatnya dan matamu yang terbakar cemburu ketika dia dekat dengan Hyuk Jae
sudah terbukti” ucap Ryeowook santai
“apakah terlihat jelas?”
“hmm…”
“benarkah?” ucap Yesung merendah
“benar kan? Kau suka dia? Haha,
kejarlah dia hyung, dia sepertinya gadis yang baik”
“tapi dia sudah memilih Hyuk Jae”
ucap Yesung
“aishh… kau ini, apakah kau melihat
Eun Gee menganggap Hyuk Jae sebagai pacarnya? Pikiranmu pendek sekali hyung!
Eun Gee hanya sebatas teman dengan Hyuk Jae, aku tahu itu” ucap Ryeowook
panjang Lebar
“bagaimana kau tahu?”
“apa kau perlu bukti hyung? Pertama,
tatapan Eun Gee ke Hyuk Jae sangat biasa sekali, kedua, cara mereka bicara satu
sama lain seperti antar teman dekat” jelas Ryeowook
“Tapi, waktu aku bertemu dengan Eun
Gee didepan kompleknya, dia sedang menunggu Hyuk Jae untuk menemaninya dirumah,
karena lampunya mati dan dia takut, itu membuktikan jika Eun Gee punya perasaan
untuk Hyuk Jae”
“Aigoo…. Coba hyung pikir, gadis
seperti Eun Gee tidak akan mengijinkan seorang lelaki masuk kerumahnya selain
itu orang yang dekat dengannya, apalagi memasukkan seorang pria yang
disukainya, itu sangat tidak mungkin, karena Eun Gee tidak punya sifat seperti
itu” ucap Ryeowook
“benarkah?”
“hmm… jadi,semangat mendapatkan
cintamu hyung!!!” ucap Ryeowook sambil memegang pundak Yesung
Malam pentas seni pun tiba, eun Gee
sudah dijemput Hyuk Jae didepan rumahnya, ia bergegas masuk mobil Hyuk Jae.
“aigoo.. tuan putriku sangat cantik
sekali” ucap Hyuk Jae merayu
“sudahlah, nggak usah nge gombal,
palli!” bentak Eun Gee ke Hyuk Jae
Sesampai di kampus, sudah banyak
orang yang berkumpul, tetapi Eun Gee masih mencari seseorang, dia memandang
kebingungan di kerumunan orang itu, tiba-tiba Ryeowook datang.
“eun Gee-ssi…. Senang bertemu
denganmu lagi^^” ucap Ryeowook ramah
“oh, ne… tapi, dimana Yesung
sunbae?” Tanya Eun Gee
“aku tidak tahu, katanya dia akan
datang terlambat”
“ohh, baiklah… aku ke kamar kecil
dulu” ucap Eun Gee yang bergegas meninggalkan Ryeowook dan Hyuk Jae
“hei.. Hyuk Jae-ya.. bagaimana kalau
kita berempat berteman? Hm?” ucap Ryeowook
“shireo” ucap hyuk Jae singkat
“wae? Kita bisa menjadi teman baik,
oke!” ucap Ryeowook yang langsung memeluk Hyuk Jae
“ne … ne… tapi jangan seperti ini, lepaskan!”
“hehehehe….”
Eun Gee POV~
Akupun sudah menyelesaikan urusanku
di kamar mandi, ketika aku hendak kembali ke aula, aku mendengar suara aneh
dari lantai atas kelas kesenian, akupun menghampiri suara itu, semakin
mendekat, aku mendengar suara gitar yang dimainkan, ketika sudah menemukan
sumber suara itu, aku pun terkejut dan terdiam disitu, aku melihat Yesung
sedang memainkan gitarnya dan mulai bernyanyi. Aku sangat senang mendengar
suara Yesung, aku terus berdiri didepan pintu dengan menatap Yesung. Aku Terus
menatap Yesung, Aku memperhatikan cara Yesung bernyanyi, bagaimana wajah tampan
Yesung yang sebenarnya dan memang, dia adalah malaikat yang dikirim Tuhan di
bumi ini, suaranya sangat membuat hatiku ini menangis dan ingin bersandar di
pundaknya, aku tidak tahu kenapa perasaanku seperti ini ketika mendengar
suaranya. Ketika selesai menyelesaikan lagunya, Yesung baru menyadari jika ada
aku disana. Aku dengan cepat memberikan respon yang benar, aku memberi applause kepadanya.
“kau sangat keren sekali” ucapku
sambil menghampiri Yesung
“bagaimana kau bisa menemukanku
disini?”
“aku tidak sengaja mendengar suara
gitarmu dari bawah, jadi aku kesini, hehe” ucapku sambil duduk disamping Yesung
“turunlah, pacarmu pasti sudah
menunggumu” ucap yesung dingin
“pacar? Nugu..seo?”
“Hyuk Jae” ucap Yesung singkat
“hahahaha… Hyuk Jae? Lee Hyuk Jae?
Apa-apaan kau ini, dia hanya sahabatku Yesung sunbae” ucapku dengan tertawa
“bagaimana bisa cowok dan cewek
bersahabat? Pasti nantinya akan ada perasaan saling suka” ucap Yesung yang
tidak memandang Eun Gee
“hmmm, benar… kau benar sunbae,
mungkin mustahil bagi kami tidak saling suka, tapi itu dulu, kita sempat berpacaran,
dan akhirnya dia menyakitiku, aku sudah tidak mau berhubungan dengannya lagi,
tapi dia ingin memperbaiki hubungan persahabatan kita, jadi kita sekarang sudah
menutup perasaan satu sama lain” ucapku sambil sedikit tersenyum
“ahhh… begitukah…”
“tapi, kenapa kau menanyakan itu
sunbae?” tanyaku bingung
“bukan apa-apa”
“eumm,bolehkah aku bertanya
denganmu?” ucapku
“silahkan”
“waktu kau ikut ajang pencarian
bakat itu kenapa kau tidak mau menerima nominasi itu sunbae? Padahal itu
kesempatan langka untuk semua orang” tanyaku penasaran
“bagaimana kau tahu aku ikut itu?”
“hehe, karena itu acara kesukaanku
jadi aku nonton sunbae disana” jelasku
“sebenarnya aku sangat menginginkan
nominasi itu,tapi Tuhan berkata lain,ibuku tiba-tiba masuk rumah sakit pada
hari itu juga, jadi aku berfikir lagi, jika aku menerima nominasi itu siapa
yang akan mengurus ibuku nanti, jadi aku memutuskan untuk membatalkannya” jelas
Yesung sambil menunduk
“mian…sunbae, aku tidak bermaksud
mengingatkan itu kepadamu, mian” ucapku iba sambil memegang pundak Yesung
“tidak masalah, aku tidak terlalu
memikirkan itu, kita harus bergegas ke pentas seni itu” ucap Yesung yang
langsung berdiri
“Sunbae …. Kau sangat hebat!” ucapku
sambil mengangkat 2 jempolku untuknya
Yesung hanya tersenyum, dan langsung
menggandeng tanganku menuju aula pentas seni, aku hanya mengikuti kemana Yesung
pergi, karena aku sangat senang dengan perlakuan Yesung yang tidak dingin lagi
kepadaku ^^
“kau darimana saja, aku
mengkhawatirkanmu” ucap hyuk Jae
“aku bersama Yesung sunbae di atas,
dia menyanyi dengan sagat baik” ucapku kepada Hyuk jae
“hyung! Kau datang!” ucap Ryeowook
senang
Yesung pun langsung meninggalkan
kami bertiga dan menuju backstage untuk mempersiapkan penampilannya, akhirnya
Ryeowook pun mengikutinya.
“Sunbae!” teriakku kepada Yesung
Yesung pun langsung berhenti dan
menghadap ke aku.
“Sunbae! Fighting!” ucapku sambil
tersenyum
Setelah mendengar itu, Yesung pun
langsung membalikkan badannya, dan tersenyum.
Yesung dan Ryeowook pun melakukan
konser music mereka dengan sangat baik, setelah acara pentas seni selesai aku
dan Hyuk Jae pun langsung menghampiri Yesung dan Ryeowook.
“kerja bagus!” ucapku kepada mereka
berdua
“kita berempat sekarang berteman ya?
Hm?” ucap Ryeowook memohon
“kenapa harus kita berempat?” ucap
Hyuk Jae sinis
“aishh… sudahlah, kau diam saja”
ucapku sambil menarik telinga Hyuk Jae
“aishh… apha!”
“hahaha, oke! Kita berteman! Yeay!
Akhirnya, aku punya teman baru selain kau hyung :p” ucap Ryeowook kepada Yesung
Yesung hanya tersenyum simple
Saat akan pulang, Hyuk Jae mendapat
telpon dari orang tuanya jika mereka akan datang hari ini.
“ottokhe?!! Rumahku sangat
berantakan lagi, bagaimana Eun Gee-ya?” ucap Hyuk Jae bingung
“sudahlah, kau cepat pulang, aku
bisa pulang naik taksi”
“tapi ini sudah malam” ucap Hyuk Jae
“hya, kau kira aku seorang gadis
kecil. Sudahlah, besok aku akan kerumahmu untuk bertemu dengan orangtuamu”
jelasku
“sudah, pulanglah Hyuk Jae, Eun Gee
akan diantar oleh Yesung hyung” ucap Ryeowook tiba-tiba
Aku dan Yesung pun saling menatap
bingung
“baiklah, aku pulang duluan ya Eun
Gee, jaga dirimu” ucap Hyuk Jae sambil mengelus rambutku
“hmmm”
“Baiklah..aku pulang duluan ya
hyung, Eun Gee-ya, pastikan dia mengantarkanmu sampai rumah ya, daaa” ucap
Ryeowook sambil tertawa bangga
“hya! Kau harus bertanggung jawab
dengan ini, siapa yang mau mengantar Eun Gee, hya! Ryeowook” teriak Yesung,
tapi Ryeowook tidak merespon dan langsung pulang
Aku yang mendengar dia berbicara
seperti itu seketika marah, akupun langsung berjalan menuju depan jalan untuk
menunggu taksi dan tidak berpamitan dengan Yesung, ketika aku berjalan, Yesung
menarikku
“Eun Gee-ssi.. tunggu” ucap Yesung
dengan terengah-engah karena mengejarku
“wae? Ohh.. mian, aku tidak
mengucapkan selamat tinggal kepadamu, Sampai bertemu besok Yesung sunbae”
ucapku dingin dan langsung melepaskan tangan Yesung
“aku sangat ingin mengantarmu”
teriak Yesung menghentikan langkahku
“aku sangat ingin mengantarmu,
bahkan jika ada kesempatan aku ingin menawarkan tumpangan kepadamu, tapi ibuku
sekarang membutuhkanku, jadi aku tidak bisa mengantarmu” ucap Yesung
Seketika, aku langsung membalikkan
badanku dan berjalan mendekat ke Yesung. Kami berdua hanya diam dan saling
menatap, tak lama, Yesung langsung menarik tanganku masuk mobilnya. Ia langsung
menancapkan gas mobilnya dengan cepat. Kami sampai dirumah sakit, ia terus
menggandeng tanganku sampai ke depan pintu kamar ibunya. Kami berdua pun masuk
ke kamar ibu Yesung sambil bergandengan tangan.
“eomma” ucap Yesung kepada seorang
wanita tua yang sedang berdiri di depan jendela itu
“Jong woon-ah… “ ucap wanita itu
dengan tersenyum
“eomma, apakah kau sudah makan?”
“hmmm, keundae, genggaman tangan itu
apakah sangat hangat?” ucap eomma dengan sedikit tertawa
Aku dan Yesung pun seketika sadar
jika kita masih bergandengan tangan, kami berdua langsung melepasnya.
“eomma, akan aku ambilkan vitamin”
ucap yesung yang langsung meninggalkanku disitu
“anyeonghaseo ahjumma” ucapku sambil
membungkukkan badanku
“anyeonghaseo nona cantik” ucap
wanita itu dengan lembut
“kemarilah….”
Akupun duduk disebelah eomma Yesung
“apakah kau teman Jong Woon?” Tanya
ahjumma itu kepadaku
“ne, mian.. karena aku ikut kesini,
jadi menganggumu ahjumma”
“ani.. kau adalah penolongku” ucap
ahjumma itu sambil memegang tanganku
“penolong?”
“hmmm…. Akhirnya, dia bisa bergaul
dan mendapat wanita sepertimu, aku takut jika ia tidak bisa bergaul dengan baik
karena mengurusku dirumah sakit, kau sangat membantu Agassi, gomawo” jelas
ahjumma itu
“aku masih tidak mengerti maksud
ahjumma” ucapku bingung
“dia setiap hari mengurusku disini,
karena badan yang tua ini, aku harus berbaring disini hingga aku pulih, dia
bercerita banyak tentang seseorang yang dia suka, dan sepertinya semua
ceritanya itu sangat cocok mengarah kepadamu Agassi, dia mulai ingin menyanyi
lagi dan dia banyak tersenyum ketika ia mengenalmu Agassi”
“benarkah?” ucapku senang
“hmm, jadi berbaik-baiklah kamu
dengannya Agassi” ucap ahjumma itu sambil tersenyum dan memegang tanganku
“eomma, ayo minum vitamin dulu” ucap
yesung mengagetkan aku dan ahjumma
“ne… keundae Jong Woon-ah… apakah
dia orangnya?” ucap ahjumma itu tiba-tiba
Yesung hanya diam dan tersenyum tipis, akupun yang mengerti maksud ahjumma itu
langsung salah tingkah dan tidak tahu kenapa tubuhku langsung berdiri dan
menuju kearah Yesung lalu mengambil nampan yang berisi vitamin dan air itu
“biar aku saja yang memberikannya” ucapku dengan gugup
“Agassi... gomawo” ucap ahjumma itu sambil tersenyum kepadaku
Yesung yang melihat tingkah anehku itupun langsung duduk disebelahku.
“Ahjumma... aku berjanji akan sering datang kesini, hm?” ucapku sambil
memijit kaki ahjumma
“benarkah? Aku sangat senang kau kesini agassi, tapi apakah aku tidak
merepotkanmu?”
“anio... aku banyak jam kosong setelah kuliah” ucapku sambil tersenyum
Yesung yang melihatku seperti itu hanya bisa mengernyitkan dahinya.
-TO BE CONTINUED-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar