Kamis, 11 September 2014

Thank You...

Thank You
(Part 1)
AUTHOR : Kim Vikqry
CAST :
-          Kim Jong Woon (Yesung)
-          Han Eun Gee (OC)
-          Kim Ryeowook
-          Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
GENRE : Romance, Sad, Comedy

xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx

Eun Gee POV~
                Musim salju pun telah tiba, butiran salju mulai jatuh di atas kepalaku sehingga aku harus bergegas membawa belanjaanku kerumah. Aku berlari kecil menuju sebuah apartement kecil di seberang jalan Myeongdong itu. Sesampai dirumah, aku langsung menaruh belanjaanku ke dalam kulkas, dan bergegas menyetel televisi, karena acara favorit ku akan dimulai. Acara pencarian bakat itupun dimulai, berbagai orang ikut acara itu, dan ditengah acara, aku sedikit tercengang dengan salah satu peserta acara itu, Oh Tuhan~ Suara dia membawaku terbang.

“Aigooo…. Aku bahkan merinding mendengar suaranya, kau pasti terpilih! Sudah tunggu apa lagi sih para juri itu” gerutuku sambil memakan popcorn.
Dan tebakanku benar, dia secara praktis dapat nominasi untuk jenjang selanjutnya, tapi saat para juri memberi itu, dia tiba-tiba pergi keluar dan tidak membawa kartu itu. Akupun tercengang lagi melihat kelakuannya. Kenapa dia membuang-buang kesempatan yang bahkan semua peserta disitu menginginkan nominasi itu.
“hya! Neo pabboya~ aishhh… orang itu, sangat tidak menghargai apa itu awal kesuksesan, keundae wae? Wae? Kenapa kau tidak mau menerima itu.. neo jinjja!” ucapku sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk layar TV ku dengan marah.
Akupun membanting tubuhku ke sofa lagi, tanpa aku sadari aku menduduki tangan seseorang, aku sontak kaget, karena aku dari tadi sendirian, dan kenapa tiba-tiba ada tangan, akupun berteriak dengan kencang.
“ige mwoya? AHHHHHH”
“hya,hya! Apa yang kau lakukan? Teriak-teriak seperti orang gila” ucap pria itu sambil mengambil popcorn yang ada ditanganku
“aishh… neo jinjja!” ucapku sambil menjitak kepala Lee Hyuk Jae
“keundae, Eun gee-ya. Kenapa kau tadi marah-marah dengan TV mu?”
“a..ani.. tadi ada orang bodoh yang tidak menerima tiket nominasi itu” ucapku
“aishhh… banyak orang gila diluar sana, chagiya, kau harus berhati-hati ya” ucap Hyuk Jae sambil mengelus kepalaku
“chagiya mwo?!” gerutuku sambil memakan popcorn lagi.

Sudah 2 jam aku dan Lee Hyuk Jae menonton acara itu, akupun mulai mengantuk , dan mencari stand untuk tempatku tidur di sofa, tapi Hyuk jae sudah mengambil tempatku, dia tertidur pulas di sebelahku. Aisshh, aku sangat malas tidur dikamar, karna jika sudah dikamar, aku sudah tidak bisa bangun lagi, padahal kan ini masih siang. Karena menganggur akupun menjahili Hyuk jae. Aku mengambil beberapa spidol berwarna dan mulai melukis di wajah Hyuk Jae. Haha, ini adalah kesenangan tersendiri jika ada Hyuk jae dirumahku :p

“Ahhh, kurang kumis dan titik disini satu lagi” ucapku sambil menggambar di wajah Hyuk Jae.

Karena mungkin ini sangat mengganggu dia, akhirnya Hyuk Jae pun membuka matanya. Karena aku sedang menggambar di wajahnya, jadi wajah ku dan Hyuk Jae sangat dekat. Aku sontak kaget saat dia membuka matanya, aku terdiam dan menghentikan pekerjaanku. Hening.. tatapan Hyuk Jae kepadaku sangat menakutkan, akupun tidak bisa bergerak kemana-mana karena tatapannya yang mematikan itu.
“bagaimana ini? apakah dia marah? Apakah aku akan dihukum dia lagi karena melakukan ini” gumamku dalam hati
“chagiya~ Saranghae” ucap hyuk Jae yang langsung mencium keningku dan sesaat itu juga langsung berlari sambil tertawa bangga --“
“a…apa… yang … kau.. lakukan LEE HYUK JAE !!!!!!!!!!!” teriakku kepada Hyuk Jae dan mengejar nya
      
Mungkin kalian bingung  hubunganku dengan pria gummy smile satu ini, ya, dia memang pernah suka denganku dan kita sempat berpacaran, tapi karena dia playboy jadi aku memutuskan hubunganku dengannya, dia bersusah payah meyakinkan aku, ia serius jika itu aku, tapi aku tidak percaya lagi, malahan aku nyaman dengannya ketika aku berteman dekat dengannya dan bukan menjadi pacarnya. Aku mengungkapkan semua isi hatiku kepadanya, dan dia akhirnya mengerti dan lebih memilih bersahabat denganku. Aku sangat senang, karena dia sekarang tidak mempermainkan wanita seperti dulu lagi, dan lebih sering menguntit aku sekarang --“ Dia selalu memanggilku dengan sebutan sayang atau apalah, itu sudah sangat biasa karena hatiku sudah sekeras batu sekarang padanya, tapi karena dia sahabat dekatku, akan aku biarkan dia bersikap seperti itu kepadaku.
                
Hari kuliah pun tiba, aku bergegas masuk ke kelas karena tidak ingin terlewatkan pelajaran, disebelahku sudah ada Hyuk Jae yang sedang tertidur dengan memakai headset di telinganya, aku tidak akan membangunkan dia karena jika dibangunkan pasti aku kena marah lagi --“ . Pelajaran pun telah usai, aku dan Hyuk Jae menuju kantin untuk membeli makanan, saat selesai makan, semua anak yang ada di kantin itupun berlari menuju halaman kampus, aku dan Hyuk jae pun saling bertatapan mata tanda bingung. Akhirnya, kami mengikuti semua orang menuju halaman kampus.
                
Saat tiba di halaman kampus, sudah banyak kerumunan orang membentuk lingkaran, aku dan Hyuk Jae pun menerombol masuk untuk dapat tempat paling depan karena kami sangat penasaran, dan tidak bisa disangkal jika semua orang menuju kesini, karena ada 2 orang yang keren dan sangat berbakat. Ya, yang satu memainkan biolanya dengan sangat mahir dan satunya lagi menyanyi dengan suara yang membuat semua orang merinding karena sangat bagus.

“ahh, duo babo itu kah? Haha…” ucap Hyuk Jae mengejek
“hya! Neo! “ ucapku sambil menjitak Hyuk Jae
“aishh.. apha! Ayo pergi, lagian apa hebatnya mereka!” ucap Hyuk Jae yang menarik tanganku
“Shireo! Jakkaman, aku ingin mendengar alunan lagu mereka, ne?” ucapku memohon pada Hyuk Jae
“baiklah… “
“keundae, aku sangat familiar dengan suara dan wajah orang itu” ucapku sambil menunjuk orang yang menyanyi itu
“nugu?”
“aahhh… benar, dia orang yang ikut ajang pencarian bakat kemarin, yang tidak mau menerima nominasi itu” jelasku
“Ahhh, orang yang membuatmu marah-marah dengan TV tidak jelas itu ??”
“hmmm” anggukku sambil terus memperhatikan mereka

Mereka pun telah menyelesaikan alunan lagu yang sangat indah itu, kerumunan orang mulai berkurang dan tidak terasa tinggal aku dan Hyuk Jae yang berada disitu. Aku sangat ingin mendengar lagu itu sekali lagi, akupun mendekat kepada mereka.
“hya! Hya! Kau mau kemana Eun Gee!!” ucap Hyuk Jae yang membuntutiku dibelakang
“eumm.. permisi, apakah kalian bisa menyanyikan lagu itu satu lagi untukku?” ucapku pada 2 orang keren tersebut

……………………………………

Tidak ada jawaban sama sekali dari 2 orang itu, mereka bahkan tidak memandang aku dan tetap membereskan barang-barang mereka.

“permisi! Apakah kalian tuli?” ucapku dengan geram
“Oh, mian Agassi… aku tadi sibuk membereskan biolaku, jadi tidak tahu jika ada kau, apa yang kau bicarakan?” ucap salah satu orang yang tadi memainkan biola itu
“bolehkah aku mendengar lagu kalian satu kali lagi?”
“Oh boleh, tapi……” ucap orang itu berhenti dan matanya mengisyaratkan kepadaku untuk bilang ke orang satunya lagi, karena dia yang bernyanyi
“ahh arraseo…. Eumm, permisi, apakah bisa kau bernyanyi lagu itu satu kali lagi?” ucapku kepada orang yang terlihat dingin itu
“aku tidak punya waktu” ucap orang itu dan langsung pergi
“Mian.. dia memang seperti itu, ahh.. mungkin lain kali aku bisa menghubungimu jika kita ada pertunjukkan lagi” ucap pria biola itu sambil tersenyum
“ahhh gomawo ^^ keundae,  boleh aku tahu siapa namamu?” tanyaku
“Ryeowook… Kim Ryeowook” ucap pria itu dengan ramah
“Ahh, Ryeowook…. Baiklah, sampai jumpa lagi Ryeowook-ssi”
“ne.. kau kuliah disini kan?” Tanya pria itu
“ne…. wae?”
“ani… untunglah kau kuliah disini, jadi kita bisa memberitahumu dengan gampang, karena kita juga kuliah disini jurusan seni musik, bangapta^^ … lalu, namamu?”
“Han Eun Gee… panggil saja Eun Gee… pantas saja kita tidak pernah bertemu, karena jurusannya berbeda… tapi, temanmu yang satunya…..”
“ahhh, Kim Jong Woon, aku lupa memperkenalkan dia kepadamu, namanya Kim Jong Woon, panggil saja dia Yesung” jelas Ryeowook
“Yesung?”
“ne.. Yesung, si suara indah, Yesung…. Hehe” ucap pria itu
“ahh ne… Gomapta Ryeowook-ssi ^^”

xxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx

Yesung POV~
                Setelah menyelesaikan pertunjukkan itu, akupun bergegas menuju kerumah sakit, tempat dimana ibuku sekarang dirawat. Hanya aku yang bisa merawat ibuku sekarang, karena Ayahku sedang mengurus bisnisnya diluar negeri. Setiap hari, aku selalu kerumah sakit, ini sudah aku lakukan 8 bulan terakhir ini, karena penyakit kronis ibuku, jadi dia harus dirawat intensif di rumah sakit.



“eomma, kau sudah makan?” ucapku sambil menyiapkan bubur
“belum”
“baiklah, aaa….” Ucapku sambil menyodorkan sesendok bubur ke ibuku
“Jong Woon-ah… sampai kapan kau akan disini menjaga ibumu ini? apakah kau tidak ingin bergaul dengan teman-temanmu, mencari gadis yang bisa membahagiakan dirimu, sampai kapan nak?” ucap eomma sambil mengelus rambutku
“Eomma, tidak akan ada arti apa-apa jika aku mempunyai teman, memiliki pendamping hidupku jika eomma terbaring lemah disini, kau tidak akan bisa melihat aku bahagia, jadi lebih baik aku disini, karena melihat eomma saja aku sudah bahagia” jelas ku panjang lebar
“Kau harus berjanji, jika eomma sudah sembuh nanti, kau harus mulai bergaul dengan temanmu dan mencari dunia baru, hm?”
“hmmm… baiklah! Aku janji” ucapku sambil mengaitkan jari kelingkingku ke eomma

Sudah setengah hari aku dirumah sakit, sekarang eomma sedang tidur dan sudah jam 9 malam juga, akupun pulang kerumah. Saat perjalanan pulang, aku sedikit kaget karena didepan kompleks rumah sebelahku ada seorang wanita yang sedang berdiri sendiri. Akupun sedikit takut, tapi aku memberanikan diri mendekati wanita itu.
“Permisi, apakah kau menunggu seseorang?” ucapku sambil sedikit gugup
“Iya, aku menunggu seseorang” ucap wanita itu yang langsung membalikkan badannya
…………………………………………
Hening, suasana nya hening… seketika saja jantungku berdebar kencang ketika wanita itu menoleh kearahku, akupun hanya bisa memandangnya dengan tatapan kosong karena hatiku sekarang sangat berdebar.

“Ahjussi… kau tidak apa-apa?” ucap wanita itu
“ne?... ahh, tidak, aku tidak apa-apa”
“Jakkaman… bukankah kau orangnya? Yang menyanyi di halaman kampus tadi siang dan yang menolak nominasi pencarian bakat itu kan? “ ucap wanita itu menginterogasi aku
“iya benar… tapi bagaimana kau tahu jika aku menolak nominasi itu?” ucapku
“aaahhh… benar! Yeay… akhirnya aku bisa bertemu denganmu” ucap wanita itu sambil memegang tanganku
…………………… 

Aku hanya diam menatap wanita itu, kenapa hatiku sangat tidak karuan ketika dia memegang tanganku? Ya Tuhan~ Apa yang terjadi padaku ini. Aku tidak ingin terlihat pabbo dihadapan wanita itu, aku langsung melepaskan tanganku darinya dengan keras.

“oh mian, aku sangat senang sampai tidak terkontrol” ucap wanita itu sambil tersenyum
 “siapa yang kau tunggu disini?” ucapku
“ahh, dirumahku lampunya mati, mungkin ada konslet listrik, aku sangat takut jadi aku keluar dan menunggu seseorang” ucap wanita itu
“ ahh… begitu”
“tapi, waktu di kampus kenapa kau sangat dingin sekali? Bahkan aku berbicara kau tidak menghiraukanku” ucap wanita itu
“ahh mian, aku tadi terburu, jadi tidak melihat di sekelilingku, mian” ucapku menyesal
“syukurlah,… ku kira kau orang yang sangat dingin, ternyata tidak… hehe, Oh Yesung-ssi… perkenalkan, aku Han Eun Gee”
“kau tahu namaku?” ucapku bingung
“hmm… Ryeowook yang memberitahuku, bangapta Yesung-ssi” ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat
“ne… Nado bangapta”

Saat berjabat tangan tiba-tiba Eun Gee melepas tanganku dan berlari ke belakangku, akupun sontak kaget dan menoleh kearah Eun Gee. Ternyata, orang yang dia tunggu sudah datang.

“Hyuk Jae-ya…. Aku takut sekali, mungkin ada konslet listrik dirumah” ucap Eun Gee sambil memeluk pria itu
“tenanglah… aku akan menemanimu malam ini dan membetulkannya”
“hmm.. Baiklah…. Hyuk Jae-ya… perkenalkan, ini Yesung” ucap wanita itu memperkenalkan aku ke pria jelek itu
“Yesung imnida”
“Hyuk Jae” ucap pria itu dengan tatapan sinis kepadaku
“dia adalah teman Ryeowook yang aku ceritakan kepadamu tadi, kau masih ingat kan?”
“ne .” ucap pria itu singkat
“Baiklah… Yesung-ssi… sampai jumpa besok^^” ucap Eun Gee sambil berjalan menjauh dariku
“Tunggu… apakah aku boleh bertanya sesuatu?” ucapku dengan gugup
“tentu… tentang apa?”
“apakah kau tinggal di komplek ini?” ucapku
“ne… aku di blok B nomor 231, kau bisa mampir kerumahku kapanpun kau mau^^” ucap wanita itu ramah
“ahh, geurae… gomapta”
“dan kau? Apakah kau juga tinggal di komplek ini? “ tanya wanita itu kembali kepadaku
“ne… aku di blok C nomor 436”
“baiklah, aku akan sering mampir kerumahmu^^” ucap wanita itu yang langsung ditarik tangannya oleh pria menyebalkan itu
“mampir? Padahal kita baru saja bertukar nama dan belum saling mengenal, tapi kenapa dia sudah berharap aku akan mampir kerumahnya dan dia akan sering mampir kerumahku? Haha… tapi tak apalah, dia unik juga” ucapku sambil tersenyum

xxxxxxxxxxxxXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx

Eun Gee POV~
                Aku sangat senang bertemu dengannya sekarang ^^, aku sangat semangat kuliah hari ini. Saat tiba didepan pintu gerbang kampus, sudah ada Ryeowook yang berdiri disitu. Aku sangat senang bertemu dengannya, tapi apakah dia menungguku? Karena tidak percaya diri, akupun terus berjalan tanpa melihatnya, dan sesuai yang aku harapkan, dia memanggilku^^ senangnya… akhirnya aku punya teman baru dan tidak hanya dengan Hyuk Jae si kunyuk satu itu.

“Eun Gee-ssi… Anyeong!” ucap Ryeowook sambil berjalan kearahku
“Ryeowook! Ahh, aku sangat senang bertemu denganmu lagi, tapi apa yang kau lakukan disini?”
“aku menunggumu dan Yesung, karena aku tidak tahu dimana kelasmu jadi ku tunggu saja disini, huft~ dimana sih Hyung satu ini!” ucap Ryeowook
Tak lama, Hyuk Jae datang dengan mobil sedannya lalu berjalan menuju kearahku dan Ryeowook.
“Chagiya~ kenapa kau disini?” ucap Hyuk Jae dengan lantang
“hya! Jangan memanggil dengan nama itu lagi,pabbo” ucapku sambil menarik hidung Hyuk Jae
“haha… apakah kalian berpacaran?” ucap Ryeowook tiba-tiba
“aa..ani! bagaimana aku bisa berpacaran dengan orang seperti dia!!” ucapku sambil menatap Hyuk Jae sinis
“ahh, perkenalkan, namaku Ryeowook ^^ bagaimana denganmu?” ucap Ryeowook sambil mengulurkan tanganya ke Hyuk Jae
“Hyuk Jae…Lee Hyuk Jae” ucap Hyuk Jae sambil membalas jabatan tangan Ryeowook

Tak lama Yesung pun datang dengan mobil sedannya, kami bertiga pun langsung menatap mobil Yesung seketika. Yesung pun turun dari mobil itu dan menghampiri kita. Kami bertiga hanya memandangnya dengan tatapan heran dan takjub.

“Ryeowook?” ucap Yesung kepada Ryeowook
………….. 
Hening, Ryeowook tetap diam dan menatap Yesung

Yesung pun heran, karena kita bertiga menatapnya dengan tatapan heran.
“keren” ucapku
“daebak!” ucap Ryeowook seketika yang langsung menyadarkan Hyuk Jae
“hya! Ada apa dengan kalian bertiga?” Tanya Yesung
“woahh, Hyung! Saranghae!!” ucap Ryeowook yang langsung memeluk Yesung

Aku yang melihat kejadian itu pun langsung tertawa terbahak-bahak, pasalnya, wajahku, Hyuk jae dan Ryeowook sangat konyol waktu memandang Yesung tadi xD, aku juga tidak tahu kenapa Ryeowook juga ikut-ikutan melongo seperti aku dan Hyuk jae, kan dia sudah kenal lama dengan Yesung?

“hya! Kau kenapa?” ucap yesung yang masih bingung
“Hyung! Kau sangat keren! Ketika turun dari mobil mewah itu, dengan gayamu yang dingin!! Auuuuoo… kau sangat KEREEENN!!!” ucap Ryeowook memuji Yesung
“sudahlah, aku sudah tau apa maksudmu, ini” ucap Yesung sambil menyodorkan kunci mobilnya kepada Ryeowook
“hahahaha, baik! Siap berangkat!” ucap Ryeowook yang langsung menaiki mobil itu
“Kenapa kau memberikan dia kunci mobilmu?” tanyaku tiba-tiba
“oh, hehe… mian, pasti kau terkejut, dia selalu ingin mencoba barang baruku” ucap Yesung
“Eun Gee-ya… aku lapar, ayo kita makan” ucap Hyuk Jae sambil menggandeng tanganku
“Bagaimana kalo kita makan bersama? Hm? Kau mau kan Yesung-ssi?”
“baiklah” ucap Yesung dengan dingin
“hya! Tunggu aku!” ucap Ryeowook yang tiba-tiba datang dari tempat parkir

Kami berempat pun menuju kantin kampus, ditengah perjalanan mengapa semua orang menatapku dengan heran? Wae? Terutama para gadis di kampus itu, mereka sangat sinis menatapku.

“Hyuk Jae-ya… kenapa mereka menatapku seperti itu?”
“bagaimana tidak, dari kita berempat hanya kau seorang cewek, apalagi kau dikelilingi namja-namja tampan :p” ucap Hyuk Jae

Ahhhhh, benar! Aku baru menyadari jika aku seorang cewek diantara kami berempat. Haha, tapi tak apalah, aku senang dan enjoy bersama mereka ^^ memang sih, mereka bertiga adalah namja tampan semua, tapi kan itu tidak sengaja terjadi dan kita pun tidak sengaja menjadi teman .

Di Kantin~
“Ryeowook-ssi.. kenapa kau tadi terlihat bingung ketika mobi l Yesung datang? Padahal kan kau sudah berteman lama dengannya” ucapku sambil menatap Yesung
“hehehe… aku selalu seperti itu Eun Gee, bagaimana tidak, Hyung selalu mengejutkanku dengan barang-barang barunya yang menakjubkan. Itu saja adalah mobil barunya lagi, padahal minggu sebelumnya bukan itu mobilnya” ucap Ryeowook santai sambil meminum es coklatnya

Yesung langsung menjitak Ryeowook, karena dia tidak suka Ryeowook membuka rahasia 
‘kesombongan’ nya kepadaku dan hyuk Jae.

“aishh! Apha!”
“Eun Gee-ya.. nanti malam akan ada acara pentas seni di kampus, kau ikut denganku ya?” ucap Hyuk Jae sambil mengalungkan tangannya kepundakku
“pentas seni? Hmm, baiklah….”
“kau harus dandan yang cantik, oke?” ucap Hyuk Jae
“hmm….”
“Yesung-ssi, Ryeowook-ssi, kalian ikut kan?” ucapku
“hmm, kita pasti datang.. iya kan hyung?” ucap Ryeowook kepada Yesung
“eumm.. molla” ucap yesung dingin

xxxxxxxxxxXXXXXXXxxxxxxxxxxxx

AUTHOR POV~
Setelah makan, Ryeowook dan Yesung pun berjalan menuju gedung kesenian untuk latihan pentas seni malam ini, sementara Eun Gee dan hyuk Jae pun juga kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran

“hyung! Kau suka Eun Gee kan?” ucap Ryeowook santai sambil memakan coklatnya
“hya! Apa yang kau bicarakan!” ucap Yesung
“haha, akui saja lah hyung, caramu melihatnya dan matamu yang terbakar cemburu ketika dia dekat dengan Hyuk Jae sudah terbukti” ucap Ryeowook santai
“apakah terlihat jelas?”
“hmm…”
“benarkah?” ucap Yesung merendah
“benar kan? Kau suka dia? Haha, kejarlah dia hyung, dia sepertinya gadis yang baik”
“tapi dia sudah memilih Hyuk Jae” ucap Yesung
“aishh… kau ini, apakah kau melihat Eun Gee menganggap Hyuk Jae sebagai pacarnya? Pikiranmu pendek sekali hyung! Eun Gee hanya sebatas teman dengan Hyuk Jae, aku tahu itu” ucap Ryeowook panjang Lebar
“bagaimana kau tahu?”
“apa kau perlu bukti hyung? Pertama, tatapan Eun Gee ke Hyuk Jae sangat biasa sekali, kedua, cara mereka bicara satu sama lain seperti antar teman dekat” jelas Ryeowook
“Tapi, waktu aku bertemu dengan Eun Gee didepan kompleknya, dia sedang menunggu Hyuk Jae untuk menemaninya dirumah, karena lampunya mati dan dia takut, itu membuktikan jika Eun Gee punya perasaan untuk Hyuk Jae”
“Aigoo…. Coba hyung pikir, gadis seperti Eun Gee tidak akan mengijinkan seorang lelaki masuk kerumahnya selain itu orang yang dekat dengannya, apalagi memasukkan seorang pria yang disukainya, itu sangat tidak mungkin, karena Eun Gee tidak punya sifat seperti itu” ucap Ryeowook
“benarkah?”
“hmm… jadi,semangat mendapatkan cintamu hyung!!!” ucap Ryeowook sambil memegang pundak Yesung

Malam pentas seni pun tiba, eun Gee sudah dijemput Hyuk Jae didepan rumahnya, ia bergegas masuk mobil Hyuk Jae.

“aigoo.. tuan putriku sangat cantik sekali” ucap Hyuk Jae merayu
“sudahlah, nggak usah nge gombal, palli!” bentak Eun Gee ke Hyuk Jae
Sesampai di kampus, sudah banyak orang yang berkumpul, tetapi Eun Gee masih mencari seseorang, dia memandang kebingungan di kerumunan orang itu, tiba-tiba Ryeowook datang.
“eun Gee-ssi…. Senang bertemu denganmu lagi^^” ucap Ryeowook ramah
“oh, ne… tapi, dimana Yesung sunbae?” Tanya Eun Gee
“aku tidak tahu, katanya dia akan datang terlambat”
“ohh, baiklah… aku ke kamar kecil dulu” ucap Eun Gee yang bergegas meninggalkan Ryeowook dan Hyuk Jae
“hei.. Hyuk Jae-ya.. bagaimana kalau kita berempat berteman? Hm?” ucap Ryeowook
“shireo” ucap hyuk Jae singkat
“wae? Kita bisa menjadi teman baik, oke!” ucap Ryeowook yang langsung memeluk Hyuk Jae
“ne … ne…  tapi jangan seperti ini, lepaskan!”
“hehehehe….”

Eun Gee POV~

Akupun sudah menyelesaikan urusanku di kamar mandi, ketika aku hendak kembali ke aula, aku mendengar suara aneh dari lantai atas kelas kesenian, akupun menghampiri suara itu, semakin mendekat, aku mendengar suara gitar yang dimainkan, ketika sudah menemukan sumber suara itu, aku pun terkejut dan terdiam disitu, aku melihat Yesung sedang memainkan gitarnya dan mulai bernyanyi. Aku sangat senang mendengar suara Yesung, aku terus berdiri didepan pintu dengan menatap Yesung. Aku Terus menatap Yesung, Aku memperhatikan cara Yesung bernyanyi, bagaimana wajah tampan Yesung yang sebenarnya dan memang, dia adalah malaikat yang dikirim Tuhan di bumi ini, suaranya sangat membuat hatiku ini menangis dan ingin bersandar di pundaknya, aku tidak tahu kenapa perasaanku seperti ini ketika mendengar suaranya. Ketika selesai menyelesaikan lagunya, Yesung baru menyadari jika ada aku disana. Aku dengan cepat memberikan respon yang benar, aku memberi applause kepadanya.

“kau sangat keren sekali” ucapku sambil menghampiri Yesung
“bagaimana kau bisa menemukanku disini?”
“aku tidak sengaja mendengar suara gitarmu dari bawah, jadi aku kesini, hehe” ucapku sambil duduk disamping Yesung
“turunlah, pacarmu pasti sudah menunggumu” ucap yesung dingin
“pacar? Nugu..seo?”
“Hyuk Jae” ucap Yesung singkat
“hahahaha… Hyuk Jae? Lee Hyuk Jae? Apa-apaan kau ini, dia hanya sahabatku Yesung sunbae” ucapku dengan tertawa
“bagaimana bisa cowok dan cewek bersahabat? Pasti nantinya akan ada perasaan saling suka” ucap Yesung yang tidak memandang Eun Gee
“hmmm, benar… kau benar sunbae, mungkin mustahil bagi kami tidak saling suka, tapi itu dulu, kita sempat berpacaran, dan akhirnya dia menyakitiku, aku sudah tidak mau berhubungan dengannya lagi, tapi dia ingin memperbaiki hubungan persahabatan kita, jadi kita sekarang sudah menutup perasaan satu sama lain” ucapku sambil sedikit tersenyum
“ahhh… begitukah…”
“tapi, kenapa kau menanyakan itu sunbae?” tanyaku bingung
“bukan apa-apa”
“eumm,bolehkah aku bertanya denganmu?” ucapku
“silahkan”
“waktu kau ikut ajang pencarian bakat itu kenapa kau tidak mau menerima nominasi itu sunbae? Padahal itu kesempatan langka untuk semua orang” tanyaku penasaran
“bagaimana kau tahu aku ikut itu?”
“hehe, karena itu acara kesukaanku jadi aku nonton sunbae disana” jelasku
“sebenarnya aku sangat menginginkan nominasi itu,tapi Tuhan berkata lain,ibuku tiba-tiba masuk rumah sakit pada hari itu juga, jadi aku berfikir lagi, jika aku menerima nominasi itu siapa yang akan mengurus ibuku nanti, jadi aku memutuskan untuk membatalkannya” jelas Yesung sambil menunduk
“mian…sunbae, aku tidak bermaksud mengingatkan itu kepadamu, mian” ucapku iba sambil memegang pundak Yesung
“tidak masalah, aku tidak terlalu memikirkan itu, kita harus bergegas ke pentas seni itu” ucap Yesung yang langsung berdiri
“Sunbae …. Kau sangat hebat!” ucapku sambil mengangkat 2 jempolku untuknya

Yesung hanya tersenyum, dan langsung menggandeng tanganku menuju aula pentas seni, aku hanya mengikuti kemana Yesung pergi, karena aku sangat senang dengan perlakuan Yesung yang tidak dingin lagi kepadaku ^^

“kau darimana saja, aku mengkhawatirkanmu” ucap hyuk Jae
“aku bersama Yesung sunbae di atas, dia menyanyi dengan sagat baik” ucapku kepada Hyuk jae
“hyung! Kau datang!” ucap Ryeowook senang

Yesung pun langsung meninggalkan kami bertiga dan menuju backstage untuk mempersiapkan penampilannya, akhirnya Ryeowook pun mengikutinya.

“Sunbae!” teriakku kepada Yesung
Yesung pun langsung berhenti dan menghadap ke aku.
“Sunbae! Fighting!” ucapku sambil tersenyum

Setelah mendengar itu, Yesung pun langsung membalikkan badannya, dan tersenyum.
Yesung dan Ryeowook pun melakukan konser music mereka dengan sangat baik, setelah acara pentas seni selesai aku dan Hyuk Jae pun langsung menghampiri Yesung dan Ryeowook.

“kerja bagus!” ucapku kepada mereka berdua
“kita berempat sekarang berteman ya? Hm?” ucap Ryeowook memohon
“kenapa harus kita berempat?” ucap Hyuk Jae sinis
“aishh… sudahlah, kau diam saja” ucapku sambil menarik telinga Hyuk Jae
“aishh… apha!”
“hahaha, oke! Kita berteman! Yeay! Akhirnya, aku punya teman baru selain kau hyung :p” ucap Ryeowook kepada Yesung

Yesung hanya tersenyum simple

Saat akan pulang, Hyuk Jae mendapat telpon dari orang tuanya jika mereka akan datang hari ini.

“ottokhe?!! Rumahku sangat berantakan lagi, bagaimana Eun Gee-ya?” ucap Hyuk Jae bingung
“sudahlah, kau cepat pulang, aku bisa pulang naik taksi”
“tapi ini sudah malam” ucap Hyuk Jae
“hya, kau kira aku seorang gadis kecil. Sudahlah, besok aku akan kerumahmu untuk bertemu dengan orangtuamu” jelasku
“sudah, pulanglah Hyuk Jae, Eun Gee akan diantar oleh Yesung hyung” ucap Ryeowook tiba-tiba
Aku dan Yesung pun saling menatap bingung
“baiklah, aku pulang duluan ya Eun Gee, jaga dirimu” ucap Hyuk Jae sambil mengelus rambutku
“hmmm”
“Baiklah..aku pulang duluan ya hyung, Eun Gee-ya, pastikan dia mengantarkanmu sampai rumah ya, daaa” ucap Ryeowook sambil tertawa bangga
“hya! Kau harus bertanggung jawab dengan ini, siapa yang mau mengantar Eun Gee, hya! Ryeowook” teriak Yesung, tapi Ryeowook tidak merespon dan langsung pulang

Aku yang mendengar dia berbicara seperti itu seketika marah, akupun langsung berjalan menuju depan jalan untuk menunggu taksi dan tidak berpamitan dengan Yesung, ketika aku berjalan, Yesung menarikku

“Eun Gee-ssi.. tunggu” ucap Yesung dengan terengah-engah karena mengejarku
“wae? Ohh.. mian, aku tidak mengucapkan selamat tinggal kepadamu, Sampai bertemu besok Yesung sunbae” ucapku dingin dan langsung melepaskan tangan Yesung
“aku sangat ingin mengantarmu” teriak Yesung menghentikan langkahku
“aku sangat ingin mengantarmu, bahkan jika ada kesempatan aku ingin menawarkan tumpangan kepadamu, tapi ibuku sekarang membutuhkanku, jadi aku tidak bisa mengantarmu” ucap Yesung

Seketika, aku langsung membalikkan badanku dan berjalan mendekat ke Yesung. Kami berdua hanya diam dan saling menatap, tak lama, Yesung langsung menarik tanganku masuk mobilnya. Ia langsung menancapkan gas mobilnya dengan cepat. Kami sampai dirumah sakit, ia terus menggandeng tanganku sampai ke depan pintu kamar ibunya. Kami berdua pun masuk ke kamar ibu Yesung sambil bergandengan tangan.

“eomma” ucap Yesung kepada seorang wanita tua yang sedang berdiri di depan jendela itu
“Jong woon-ah… “ ucap wanita itu dengan tersenyum
“eomma, apakah kau sudah makan?”
“hmmm, keundae, genggaman tangan itu apakah sangat hangat?” ucap eomma dengan sedikit tertawa

Aku dan Yesung pun seketika sadar jika kita masih bergandengan tangan, kami berdua langsung melepasnya.

“eomma, akan aku ambilkan vitamin” ucap yesung yang langsung meninggalkanku disitu
“anyeonghaseo ahjumma” ucapku sambil membungkukkan badanku
“anyeonghaseo nona cantik” ucap wanita itu dengan lembut
“kemarilah….”

Akupun duduk disebelah eomma Yesung

“apakah kau teman Jong Woon?” Tanya ahjumma itu kepadaku
“ne, mian.. karena aku ikut kesini, jadi menganggumu ahjumma”
“ani.. kau adalah penolongku” ucap ahjumma itu sambil memegang tanganku
“penolong?”
“hmmm…. Akhirnya, dia bisa bergaul dan mendapat wanita sepertimu, aku takut jika ia tidak bisa bergaul dengan baik karena mengurusku dirumah sakit, kau sangat membantu Agassi, gomawo” jelas ahjumma itu
“aku masih tidak mengerti maksud ahjumma” ucapku bingung
“dia setiap hari mengurusku disini, karena badan yang tua ini, aku harus berbaring disini hingga aku pulih, dia bercerita banyak tentang seseorang yang dia suka, dan sepertinya semua ceritanya itu sangat cocok mengarah kepadamu Agassi, dia mulai ingin menyanyi lagi dan dia banyak tersenyum ketika ia mengenalmu Agassi”
“benarkah?” ucapku senang
“hmm, jadi berbaik-baiklah kamu dengannya Agassi” ucap ahjumma itu sambil tersenyum dan memegang tanganku
“eomma, ayo minum vitamin dulu” ucap yesung mengagetkan aku dan ahjumma
“ne… keundae Jong Woon-ah… apakah dia orangnya?” ucap ahjumma itu tiba-tiba

Yesung hanya diam dan tersenyum tipis, akupun yang mengerti maksud ahjumma itu langsung salah tingkah dan tidak tahu kenapa tubuhku langsung berdiri dan menuju kearah Yesung lalu mengambil nampan yang berisi vitamin dan air itu

“biar aku saja yang memberikannya” ucapku dengan gugup
“Agassi... gomawo” ucap ahjumma itu sambil tersenyum kepadaku

Yesung yang melihat tingkah anehku itupun langsung duduk disebelahku.

“Ahjumma... aku berjanji akan sering datang kesini, hm?” ucapku sambil memijit kaki ahjumma
“benarkah? Aku sangat senang kau kesini agassi, tapi apakah aku tidak merepotkanmu?”
“anio... aku banyak jam kosong setelah kuliah” ucapku sambil tersenyum
Yesung yang melihatku seperti itu hanya bisa mengernyitkan dahinya.


-TO BE CONTINUED-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar