Selasa, 09 September 2014

Love, Life, Hope...

Cinta... di kekuatan itu kita bisa merasakan kebahagiaan, nyaman, ketenangan, dan pastinya kita juga menemukan kesengsaraan, kesedihan, dan kesulitan, semua itu bisa kita lalui jika kita saling percaya jika cinta itu memberikan kita kekuatan untuk hidup, semangat untuk hidup, walau sesulit apapun itu, jika kita menengok sedikit ada cinta yang tulus di hati kita, pasti kita bisa melewati itu semua.

Hidup... memang hidup didunia ini bagai roda yang berputar, bumi terus berputar pada porosnya, begitu juga takdir kita yang terus berputar sesuai yang telah direncanakan-Nya, banyak rintangan dan kesenangan yang kita lalui, sehingga tujuan kita hidup di dunia ini sangatlah penting dan juga merupakan suatu tantangan agar kita bisa menjadi lebih baik.

Harapan... Apa salahnya kita mempunyai harapan? semua manusia pasti punya harapan, walaupun itu hanya ada di hatinya, tingginya harapan membuat kita menjadi takut untuk menggapainya, pikiran yang terus menyerah selalu menjatuhkan kita, selalu membuat kita ragu untuk bisa menggapainya. Tapi setidaknya, setiap orang di dunia ini pernah mencoba berbagai cara untuk menuju harapan yang sudah mereka atur, walau sampai akhir mereka masih belum bisa mencapai itu, setidaknya usaha kita untuk mencapainya membuat kita bangga pada diri sendiri dan juga membuat hidup kita lebih bermakna.

Cinta, Hidup, Harapan....
Mereka membaur menjadi satu kesatuan yang merubah alam ini menjadi berwarna, dimana para insan nya sangat bergantung kepada ketiga unsur itu. Tanpa adanya cinta, dunia ini akan kesepian dan sangat haus dengan kasih sayang, tanpa adanya kehidupan, bahkan bumi tidak bisa menunjukkan fungsi dan kelebihannya, tanpa adanya harapan, maka hidup seseorang akan menjadi hampa dan pasif.

Sementara diriku sendiri?

Cinta... aku mencintainya bahkan sebelum kita saling bertemu, aku menyukainya entah kenapa, aku hanya... mencintainya dan menyukainya, pikiran dan hatiku terus memberiku kepercayaan kepada dirinya, disaat orang disekitarku menemukan sandaran cinta yang baru, aku hanya akan tetap bersandar kepada dirinya, ketika orang disekitarku berpaling darinya, hatiku sebenarnya sangat sakit, bagaimana mereka bisa? dan kenapa tinggal aku sendiri yang masih bertahan disini? Bagaimana mereka tega meninggalkan cinta yang dulunya pernah membuat mereka nyaman dan membuat warna di hati mereka, bagaimana bisa mereka bisa berpaling sangat cepat walau cinta itu telah menyakiti hati mereka? setidaknya, seburuk-buruknya perlakuan cinta itu kepada mereka tetapi pasti ada sedikit cahaya yang masih bersinar di hati mereka, setidaknya ada kenangan indah yang masih bisa mereka simpan untuk dijadikan alat untuk mengenang cinta itu. Dan aku... hanya dan masih terus disini, aku masih terus berjalan di tempat ini, dimana hatiku masih nyaman bersandar dicintanya.

Hidup... aku akui setelah mengenal cinta itu, hidupku sudah sedikit lebih baik, walau sebenarnya hidupku jauh lebih baik ketika mengenalnya, tetapi aku tidak bisa mengatakan lebih dari itu, karena takdir seseorang pasti berbeda, dan cinta itu hanya semerbak harum bunga yang tersebar dihatiku, bukan untuk menentukan hidupku. Sangat cukup untuk aku melihatnya, sangat cukup aku menerima cintanya dari jauh, dan rasa berterima kasihku selalu kuucapkan kepadanya hari demi hari, karena aku sangat menghargai hidupku yang terhibur dengan cinta darinya. Tidak mungkin selamanya aku menggantungkan hidupku kepadanya, tidak selamanya ia akan selalu memberikan cintanya kepadaku, semua pasti ada akhir, hidupku adalah jalanku sendiri dan hidupnya adalah pilihannya sendiri. Tapi sekali lagi, ketika kata perpisahan itu terlontarkan secara tidak langsung darinya, ingatlah satu hal bahwa disetiap akhir pasti ada perpisahan, tetapi bukan berarti perpisahan adalah akhir. Kita selamanya akan selalu saling berterima kasih atas apa yang saling kita berikan di masa lalu, dan menjadi kenangan manis dan indah di masa depan.

Harapan... pastinya harapan terbesarku adalah aku bisa melihat cinta itu secara langsung, aku bisa merasakan cinta yang nyata dan bukan cinta yang aku buat sendiri, aku bahkan sangat menyadari jika harapanku itu sangat mustahil untuk terwujud, tapi setidaknya aku punya niat dan usaha untuk mencapai itu semua, aku akui, aku sangat banyak harapan untuk hidupku kedepannya, dan tentunya itu menuntunku untuk yang lebih baik lagi. Aku mulai membatasi antara harapan fiksi dan harapan nyata, karena jika kedua itu jalan bersama, aku berfikir tidak akan ada yang berjalan baik salah satu, jadi mulai sekarang harapanku sangat aku prioritaskan, harapan fiksi akan sedikit terwujud jika harapan nyataku sudah sepenuhnya terwujud, dan untuk berjalan di jalur itu, harus sangat besar usaha dan pengorbananku untuk mewujudkannya, bahkan mungkin aku harus terus menerus mengurangi harapan fiksi itu dan lebih memikirkan harapan nyataku. Tapi setidaknya... harapanku masih bisa menuntunku ke jalan yang benar dengan hati yang nyaman.

Cinta,Hidup dan harapan... membuat dunia ini menjadi lebih indah dan nyaman untuk melanjutkan hidup kalian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar